Print
Category: Sample Data-Articles
Hits: 501

"APA YANG DISANTAP, DISAKSIKAN DAN DIRASAKAN SAAT INI ADALAH MANIFESTASI MANAJEMEN STRATEGI"

[IBEK.Press] Disiplin Manajemen Strategi muncul pada era-1950 - '60-an. Meskipun banyak kontributor awal terhadap literatur Manajemen Strategi, terdapat beberapa perintis awal yang cukup kuat kokohnya disiplin ilmu ini, seperti; Alfred D. Chandler, Philip Selznick, Igor Ansoff, dan Peter Drucker.

Upaya Alfred Chandler mengarah pada pentingnya koordinasi berbagai aspek manajemen di bawah satu strategi namun terintegritas serta mencakup lintas domain. Sebelumnya berbagai fungsi manajemen terpisah dengan terbatasnya koordinasi menyebabkan posisi dalam menangani interaksi antar fungsi atau antar departemen berjalan secara parsial. Hal ini dapat terlihat dengan adanya satu atau dua manajer yang menyampaikan informasi bolak-balik antara dua departemen yang berbeda. Chandler juga menekankan pentingnya mengambil perspektif jangka panjang ketika melihat ke masa depan. Pada tahun 1962 karya pertamanya, Strategi dan Struktur, Chandler menunjukkan bahwa struktur, arah dan fokus perusahaan harus diberikan melalui strategi jangka panjang yang terkoordinasi. Dia mengatakannya dengan singkat, "struktur mengikuti strategi."

Pada tahun 1957, gagasan pencocokan faktor internal organisasi terhadap lingkungan eksternal pertama kali diperkenalkan oleh Philip Selznick. Gagasan inti ini dikembangkan menjadi apa yang sekarang kita sebut analisis SWOTh, yang kemudian didengungkan oleh Learned, Andrews pada Grup Manajemen Umum Sekolah Bisnis Harvard. Peluang dan Ancaman dari lingkungan bisnis serta Kekuatan dan Kelemahan perusahaan hendaknya dinilai secara objektif dalam rangka merespon dinamika yang terjadi melalui keputusan strategi yang tepat.

Dengan menambahkan serangkaian konsep strategis dan menciptakan kosa kata baru, Igor Ansoff membangun karya Chandler. Dia mengembangkan grid strategi yang membandingkan strategi penetrasi pasar, strategi pengembangan produk, strategi pengembangan pasar dan strategi integrasi dan diversifikasi horizontal serta vertikal. Dia merasa bahwa strategi ini dapat digunakan oleh manajemen untuk secara sistematis mempersiapkan peluang dan tantangan di masa depan.

Peter Drucker adalah ahli teori strategi yang produktif, ia menulis lusinan buku manajemen, dengan karir yang mencakup lima dekade. Kontribusinya untuk manajemen strategis banyak tetapi terdapat dua yang paling penting. Pertama, dia fokus pada pentingnya tujuan. Sebuah organisasi tanpa tujuan yang jelas seperti kapal tanpa kemudi. Pada awal 1954 ia mengembangkan teori manajemen berdasarkan tujuan. Konsep ini dipromosikan menjadi teori tentang manajemen berdasarkan tujuan (MBO). Prosedur menetapkan tujuan dan memantau kemajuan Anda ke arah itu harus merembes ke seluruh organisasi, dari atas ke bawah menurut Drucker.

Pada tahun 1985, Ellen-Earle Chaffee merangkum elemen-elemen utama teori manajemen strategis dari sudut pandangnya pada tahun 1970-an:

  1. Manajemen strategis mencakup mengadaptasi organisasi dengan lingkungan bisnisnya.
  2. Manajemen strategis sulit ditangkap dan rumit. Perubahan menciptakan kombinasi baru dari keadaan yang membutuhkan respons non-berulang yang tidak terstruktur.
  3. Manajemen strategis memiliki pengaruh besar pada seluruh organisasi dengan memberikan arahan.
  4. Manajemen strategis mencakup formasi strategi yang ia sebut konten dan juga implementasi strategi yang ia sebut proses.
  5. Manajemen strategis sebagian direncanakan dan sebagian tidak direncanakan.
  6. Manajemen strategis dilakukan pada multi-level: artikel strategi korporasi secara keseluruhan, dan strategi bisnis individu.
  7. Manajemen strategis melibatkan proses pemikiran konseptual dan analitis.

Memasuki era-Industri 4.0, peranan Manajemen Strategi semakin nyaring ditengah konfigurasi bisnis yang lebih kompleks-namun cendrung simply dengan adanya peranan teknologi informasi dan komunikasi. Apa yang disantap, dirasakan dan yang saksikan atas keberadaan sebuah produk dan layanan dewasa ini merupakan manifestasi atas kontribusi Manajemen Strategi.