"MERDEKA BELAJAR: KAMPUS MERDEKA!"

[IBEK.Press] Bagaikan menghirup ‘udara sejuk nan-segar” bagi penyelenggara dan penatakelola institusi bersama program-program studi pada perguruan tinggi, ketika mendengarkan kebijakan baru dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Mendikbud RI), Bapak Nadiem Makarim, setidaknya terdapat empat hal menjadi pilar atas kebijakan strategis bagi perguruan tinggi. Konsep kebijakan yang dikenal dengan “MERDEKA BELAJAR” tidak serta merta merubah peraturan dan perundang-undangan terkait dengan sistim pendidikan yang dilaksanakan sebuah perguruan tinggi.

Namun, kebijakan tersebut terlihat dengan kuat pada strata peraturan kementrian. Adapun rasionalitasnya adalah relatif mudah untuk segera diimplementasikan serta penerapannya diharapkan terlihat dalam periode jangka pendek dan menengah. Terlihat dengan jelas bahwa motivasi Menteri Nadiem hadirkan kebijakan tersebut tak lain adalah dalam rangka memberikan ruang dan waktu bagi perguruan tinggi lebih luas dalam jalankan otonomi kampus.

Demikian pula dengan akreditasi bahkan sebagai pilar ke-dua dalam kebijakan menekankan bahwa sudah waktunya Institusi maupun Program-program Studi melakukan akreditasi dengan semangat jiwa prodi berbasiskan sukarela.Tidak dapat dipungkiri, bahwa selama ini banyak program studi dan institusi terutama dosen profesional yang sesungguhnya punya tanggungjawab jalankan Tri-Dharma; Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, tetapi malah tersita waktu bahkan hingga menguras tenaga serta pikiran demi tersusunya borang akreditasi.

Untuk mencerna hal baru, lakukan uji-coba dalam menjawab fenomena bahkan melakukan pengadopsian atas inovasi tak kunjung terealisasi oleh karena terganggunya atas hal-hal tuntutan administratif yang relatif padat. Nalar kreatifitas menjadi tumpul bahkan terbonsaikan.

Ketiga, terkait kebebasan bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker) untuk menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH). Kemendikbud akan mempermudah persyaratan PTN BLU dan Satker untuk menjadi PTN BH tanpa terikat status akreditasi sedangkan yang ke-empat adalah diberikannya kepada mahasiswa untuk dapat lakukan perkuliahan di luar prodi kampusnya (off-campus) dengan batasan maksimum adalah 40 sks atau tiga semester (/rm).

Foto: Reuters/Willy Kurniawan

Diadopsi: CNBC Indonesia