©2000-2019. STIE-IBEK Pangkal Pinang - Bangka Belitung. 

Forum Rektor 2014 Regional Sumatera Bagian Selatan

May 1, 2013

 

[Palembang-Koran Babel]--Forum Rektor Indonesia Wilayah Regional Sumatera Kawasan Selatan digelar dengan mengangkat tema "2014: Indonesia di Persimpangan Jalan -Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Era Asia", pada tanggal 7 Januari 2014 bertempat di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Palembang. Dalam temu Rektor se-Sumatera Kawasan Bagian Selatan kali mengundang para nara sumber seperti mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Dahlan Iskan. Hadir sebagai tamu undangan antara lain Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin, Ketua Komisi RI , Ketua Banwaslu R.I, Ketua Forum Rektor masa tugas tahun 2013 Prof. Dr.Laode M. Kamaluddin M.Sc., M.Eng, unsur Muspida di lingkungan Provinsi Sumatera Selatan, para rektor PTN dan PTS di Sumatera Bagian Selatan serta undangan lain seperti sivitas akademika dan unsur pimpinan rektorat.

 

Dalam acara tersebut Ketua STIE-IBEK, Dr. Rizal R. Manullang hadir didampingi oleh Puket II Administrasi Akademik Fery Panjaitan, M.M. Kesempatan tersebut juga digunakan oleh Ketua STIE-IBEK untuk menyampaikan apresiasi tertinggi kepada Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, yang telah mengangkat tema besar yaitu Kepemimpinan Indonesia Baru Menyongsong Era Asia. Menurutnya, hal ini sangat penting untuk diketahui dan disadari sedini mungkin oleh komunitas kampus oleh karena ASEAN Economy Community yang seyogyanya akan berlangsung di tahun 2015 merupakan sebuah nuansa baru yang patut untuk dipikirkan khususnya multiflier effect dari bentuk kerjasama tersebut salah satunya adalah tingkat persaingan bisnis. Dalam kesempatan tanya-jawab,

 

Ketua STIE-IBEK menanyakan kepada Wakil President Jusuf Kalla, seperti apa Kepemimpinan yang cocok untuk membawa bangsa besar Indonesia untuk memiliki daya saing dan bertahan dalam persaingan bisnis yang akan timbul. Mengingat hasil studi yang telah dilakukan World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Report 2012-2013 menyatakan daya saing Indonesia melorot jatuh jika dibandingkan dengan competitiveness advantage negara intra-Asean seperti Singapore dan Malaysia. Wakil Presiden dalam jawabannya bahwa hal itu tidak perlu dikuatirkan tetapi tidak berarti bahwa hal tersebut tidak penting. Kembali diuraikan bahwa sesungguhnya daya saing tiap negara tidak mungkin terlepas dari kepemimpinan yang dijalankan oleh pemimpinnya yang dalam hal ini adalah Presiden. Dibutuhkan pendekatan-pendekatan komprehensif serta terintegritas untuk dapat menjangkau setiap tuntutan atas kebutuhan masyarakat dan tentunya senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa diatas segalanya. "Saya yakin jika tipe Kepemimpinan seperti itu,maka local wisdom maupun karakter bangsa tidak perlu diganggu khususnya dalam rangka menghadapi persaingan yang timbul dalam ASEAN Komunitas Ekonomi nanti". Ujar Jusuf Kalla.

 

Acara berlangsung dengan tertib, dimana saat pembukaan Prof. Dr. Badia Perizade, M.B.A menyampaikan ucapan selamat datang di Kampus Sriwijaya kepada seluruh perserta. Rektor Unsri Prof. Dr. Badia Perizade, M.B.A menjadi moderator pada sesi pertama yang menampilkan pemakalah Jusuf Kalla. Beliau menyampaikan paparan tentang Visi, Misi, dan Platform Dalam Memajukan Indonesia. Bertindak sebagai pembahas adalah Prof. Didik Susetyo,M.Si, Guru Besar Fak. Ekonomi Universitas Sriwijaya. Sementara itu, Rektor Universitas Bina Darma Prof. Dr. Bochari Rahman, M.Sc menjadi moderator pada sesi kedua yang menampilkan pemakalah Dahlan Iskan. Beliau juga menyampaikan visi dan misi dalam memajukan Indonesia. Bertindak sebagai pembahas adalah Prof. Dr. Laode M. Kamaluddin, M.Sc, M.Eng, Ketua Forum Rektor Indonesia.

Please reload

Featured Posts

Sarjana Ekonomi Class of 2014

May 27, 2015

1/2
Please reload

Recent Posts
Please reload

Search By Tags
Please reload

Follow Us
  • Facebook Classic
  • Twitter Classic
  • Google Classic