Komoditas Utama: Kerapu Cantang
Proyek maritim berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy) ini difokuskan pada pemeliharaan dan pembesaran komoditas ekspor Kerapu Cantang Siklus I menggunakan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan pesisir Pantai Rebo, Kabupaten Bangka. Seluruh tata kelola teknis operasional harian di laut dikerjakan secara langsung oleh nelayan lokal yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Samudra Rebo di bawah pengawasan mutu akademis, analisis pakan, dan jaminan ekosistem hulu-hilir bersama platform STIE-IBEK Pangkalpinang.
Pengembangan sektor riil ini menetapkan kuota Target Modal sebesar Rp 60.000.000,- yang dialokasikan secara transparan untuk pengadaan benih Kerapu Cantang unggul bersertifikasi bebas virus, logistik pakan pellet serta rucah segar harian, hingga pos mitigasi risiko hayati lapangan. Proyek maritim ini mengikat modal investor dengan Tenor Kontrak yang sangat terukur selama 6 Bulan berjalan, menyesuaikan dengan siklus biologis pertumbuhan optimal ikan hingga mencapai ukuran konsumsi standar pasar internasional.
Proyek maritim berbasis Ekonomi Biru (Blue Economy) ini difokuskan pada pemeliharaan dan pembesaran komoditas ekspor Kerapu Cantang Siklus I menggunakan teknologi Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan pesisir Pantai Rebo, Kabupaten Bangka. Seluruh tata kelola teknis operasional harian di laut dikerjakan secara langsung oleh nelayan lokal yang tergabung dalam Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Samudra Rebo di bawah pengawasan mutu akademis, analisis pakan, dan jaminan ekosistem hulu-hilir bersama platform STIE-IBEK Pangkalpinang.
Pengembangan sektor riil ini menetapkan kuota Target Modal sebesar Rp 85.000.000,- yang dialokasikan secara transparan untuk pengadaan 2.500 benih Kerapu Cantang unggul bersertifikasi bebas virus, logistik pakan pellet serta rucah segar harian selama masa pertumbuhan, hingga pos mitigasi risiko hayati lapangan. Proyek maritim ini mengikat modal investor dengan Tenor Kontrak yang sangat terukur selama 8 Bulan berjalan, menyesuaikan dengan siklus biologis pertumbuhan optimal ikan hingga mencapai ukuran konsumsi siap ekspor sebesar 800 gram per ekor.
Dengan hitungan parameter pasar yang prudent, proyek ini menawarkan batas minimum Estimasi Profit (ROI) indikatif aman sebesar 18% p.a. (per tahun) sebagaimana tertera pada web sistem, dengan potensi imbal hasil riil hasil panen di lapangan mencapai 39% per slot berdasarkan klausula bagi hasil baku platform (60% Pokdakan Nelayan, 10% Kampus selaku pengawas ekosistem, dan 30% Konsorsium Investor Pemilik Modal). Pengikatan investasi ini sah secara perdata dan datanya akan didaftarkan kolektif ke Notaris rekanan melalui sistem Buku Akta Notaris (Waarmerking) untuk menjamin kepastian hukum para pihak.
Silakan unduh dokumen di bawah ini untuk mempelajari skema kemitraan riil sebelum mengambil keputusan investasi.