Total alokasi dana investasi untuk pengadaan aset tetap struktural awal di wilayah perairan pesisir.
Rincian akumulasi pengeluaran biaya berjalan dalam satu siklus operasional budidaya penuh (8 bulan).
Batas toleransi risiko kematian alami (*Mortality Rate*) dikunci maksimal 15% menyesuaikan kondisi iklim perairan Bangka Belitung.
Koefisien standar efisiensi pakan ikan Kerapu dikunci nominal 1.3 (Setiap pembentukan 1 Kg daging ikan membutuhkan pakan 1.3 Kg).
Struktur Anggaran vs Potensi Pendapatan
| Kematian Berbasis Model | 15% (Aman) |
| Standar FCR Kerapu | 1.3 (Efisien) |
| Payback Period | 1 Siklus Panen |
Berdasarkan hitungan kuantitatif, alokasi biaya pakan dinilai sangat efisien dengan rasio FCR target 1.3. Margin laba bersih sebesar 121% memberikan proteksi risiko yang tebal bagi investor di Kabupaten Bangka. Rekomendasi: Untuk optimalisasi PAD dan daya tarik MoU Pemda, integrasikan 4 lubang ini dengan zonasi pariwisata kuliner terapung lokal.
LIVING LAB BLUE ECONOMY CENTER
Jl. Usman Ambon 7, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung - 33125I. RINCIAN VARIABEL KUANTITATIF (INPUT OPERATOR):
| Nama Parameter / Variabel Budidaya | Nilai Kuantitatif |
|---|---|
| Skala Usaha Keramba Jaring Apung (KJA) | 4 Unit Lubang |
| Alokasi Anggaran Investasi Awal (CapEx) | Rp 45.000.000 |
| Total Biaya Operasional per Siklus (OpEx) | Rp 72.520.000 |
| Estimasi Total Volume Produksi (Panen Kerapu) | 2.380 Kg |
| Proyeksi Harga Jual Komoditas di Tingkat Pasar | Rp 110.000 / Kg |
II. EVALUASI DAN REKOMENDASI:
Pangkalpinang, 14 Juni 2026
Tim Pengembang Living Lab Blue Economy
Dr. Rizal R. Manullang
Chaiman of STIE-IBEK