Platform integrasi data satelit NASA, GIS, dan Machine Learning untuk optimasi produksi KJA Kerapu berkelanjutan. Mendorong hilirisasi Blue Economy, pemberdayaan nelayan binaan, dan investasi bernilai tinggi.
Zonasi kesesuaian lokasi budidaya laut di pesisir Kabupaten Bangka berdasarkan parameter akses pasar, kedekatan pelabuhan logistik, dan data historis oseanografi.
Data diintegrasikan secara berkala dari citra satelit NASA Aqua MODIS (Suhu & Klorofil), dokumen legal RZWP3K Prov. Babel (Tata Ruang Laut), serta data sosio-ekonomi dari BPS Kabupaten Bangka dan KKP.
Menggunakan pendekatan Spatial Multi-Criteria Evaluation (SMCE) berbasis AI. Sistem membobotkan parameter biofisik perairan (40%), akses logistik pelabuhan (35%), dan analisis proyeksi return permodalan/ROI (25%).
Menjadi rujukan navigasi bagi Investor untuk meminimalkan risiko gagal modal, instrumen Pemerintah Daerah dalam menetapkan regulasi zonasi, serta basis peningkatan produktivitas kelompok Nelayan Binaan STIE-IBEK.
Pengembangan ekosistem ganda: Sentra produksi perikanan berbasis terumbu karang sekaligus destinasi wisata bahari edukatif.
Kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta untuk mendorong Blue Economy berkelanjutan.
Inisiator Program, Pusat Data Analisis Keuangan, Riset Aplikasi AI, dan Pendampingan Manajemen Koperasi Nelayan.
Penyedia Regulasi Keamanan Ruang Laut, Fasilitator Perizinan Usaha Pesisir, dan Dukungan Infrastruktur Daerah.
Penyedia Akses Permodalan, Sarana Produksi KJA Modern, serta Penjamin Distribusi Pasar (*Offtaker*) Skala Ekspor.