|
Teori Akuntansi Dilihat Dari Pendekatan Peristiwa (Event Approach) Prof. Dr. Laurence A. Manullang, D.A., D.Hl Guru Besar Akuntansi Pendiri STIE-IBEK Babel  Prof. Dr. L. A. Manullang Teori Akuntansi dapat didefinisikan sebagai seperangkat koherent prinsip-prinsip yang hipotesis, konseptual dan pragmatis yang membentuk suatu kerangka umum untuk menyelidiki sifat akuntansi. Pembentukan suatu teori umumnya berawal dari fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia. Fenomena yang menimbulkan suatu pertanyaan yang membutuhkan jawaban. Lima pertanyaan dasar dirumuskan menjadi beberapa dimensi, yaitu (a) Antologis, pertanyaan yang harus dijawab oleh seorang ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat dari sesuatu yang dapat diketahui (knowable) atau apa sebenarnya hakikat dari sesuatu realitas (reality). Dengan demikian dimensi yang dipertanyakan adalah hal yang nyata (what is nature of reality?). (b) Epistemologis, pertanyaan yang diajukan oleh seorang ilmuwan adalah apa sebenarnya hakikat hubungan antara pencari ilmu (inquirer) dan object yang ditemukan (know atau knowable?). (c) Axiologis, yang dipermasalahkan adalah peran niali-nilai dalam suatu kegiatan penelitian, (d) Retorika, yang dipermasalahkan adalah bahasa yang digunakan dalam penelitian dan (e). Metodologis, seorang ilmuwan harus menjawab pertanyaan: bagaimana cara atau metodologi yang dipakai seseorang dalam menemukan kebenaran?. Jawaban terhadap kelima dimensi pertanyaan ini, akan menemukan posisi paradigma ilmu untuk menentukan seseorang dalam kegiatan keilmuan. Teori Akuntansi dapat dirumuskan berdasarkan sudut pandang yang berbeda. Prof. Sofyan S. Harahap telah mengembangkan penjelasan Belkaoui tentang perumusan teori akuntansi yang dibagi dalam 2 pendekatan yaitu pendekatan Informal; Pragmatis, Praktis dan Non Teoritis serta Otoriter serta pendekatan Teoritis yaitu; Deduktif, Induktif, Etika, Sosiologis, Ekonomi dan Ekletik. Lembaga profesi akuntansi telah berhasil memformulasikan sifat-sifat dasar akuntansi sebagai teori mampu-aplikasinya yaitu Conservatism, Measurement, Verifiability, Timeliness, Cosistency, Going Concern, Materiality, Netral, Relevance, Reliability, Comparability dan Predictivity.
Yang dimaksud dengan pendekatan peristiwa (event approach) adalah untaian kejadian yang diumumkan (published) terekspose secara nasional. Pengujian pengendalian yang membuktikan apakah kejadian dipublikasikan berpengaruh signifikan terhadap peranan akuntansi dalam segmentasi pengendalian dan pemeriksaan. Pendekatan kejadian diterapkan pertama kali dengan tegas setelah suatu perbedaan pendapat diantara para anggota Commite The American Accounting Association yang menerbitkan Statement of Basic Accounting Theory tahun 1966. Sebagian besar anggota komite menyenangi pendekatan nilai terhadap akuntansi, hanya seorang anggota, Prof.George Sortev yang mempertahankan pendekatan kejadian (event approach). Selanjutnya pendekatan kejadian mengusulkan bahwa tujuan akuntansi memberikan informasi tentang kejadian ekonomi yang relevan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kemungkinan model-model keputusan dimana hal tersebut telah terungkap oleh Belkaoui dan Dukt (1986:44). Pendekatan peristiwa ini adalah pendekatan peristiwa yang dipublikasikan seperti yang terungkap atas peristiwa penyogokan KPU atas BPK 8 April 2005 lalu. Terkait hal diatas maka Teori Akuntansi itu adalah 1). Seni (art), bukan merupakan ilmu pengetahuan murni (sciences), 2). Terdiri dari seperangkat prinsip-prinsip yang saling terkait (coherent), 3). Konsep akuntansi mengakar pada sistem nilai masyarakat dimana akuntansi dipratikkan, 4). Suatu koleksi teori yang digambarkan sesuai dengan perbedaan pemakainya, 5). Akuntansi digambarkan sebagai a body of practice yang dikembangkan sebagai tanggapan kebutuhan praktik bukannya dikembangkan dari pemikiran yang sistematik dan terencana, 6). Teori Akuntansi membahas masalah dan memberikan solusi, 7). Fungsi akuntansi adalah memberikan informasi kuantitatif terutama bersifat keuangan tentang entitas ekonomi yang diharapkan bermanfaat bagi pengambilan keputusan, 8). Teori Akuntansi dikembangkan dengan pendekatan-pendekatan yang mampu memberikan informasi, menegakkan sifat integritasnya, compliancenya pada hukum dan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku dan memihak pada pengguna informasi. Berdasarkan sifat dan nuansa teori akuntansi ini, maka dapat disimpulkan bahwa Teori Akuntansi dapat diperkaya dengan Pendekatan Peristiwa (Event Approach) yang dipublikasikan secara meluas sebagai suatu penyuguhan informasi ekonomi dalam hal ini mengambil case study peristiwa 8 April 2005 sebagai pemicu significant pemberatasan korupsi kepada masyarakat yang memberi mandat kapada Presiden untuk menyelenggarakan negara yang baik (Good Governance).
|