Catatan Pekan Ini

Bagi sivitas akademika yang ingin mendapatkan Info Pekerjaan, silahkan review di group facebook STIE-IBEK Babel. Info yang terdapat pada group tersebut telah dilakukan verifikasi dengan baik. Thanks.
 

Login Form






Lost Password?
No account yet? Register

Syndicate

powered_by.png, 1 kB

Home
Kebajikan Air Babel PDF Print E-mail
Written by Webmaster   
Article Index
Kebajikan Air Babel
Page 2

Betapapun dinamisnya, ia tidak tersedia di semua tempat dalam takaran yang sama. Ada tempat yang surplus kelimpahan air, dan banyak tempat lainnya yang selalu defisit neracanya.
Maka, air menjadi faktor pembatas daya dukung ekologis yang bisa memicu masalah sosial, politik, dan ekonomi utamanya saat ia berstatus air tanah, air danau, dan air sungai yang secara langsung menopang kehidupan umat manusia. Nilai ekonomi pun direkatkan atas zat fluida ini. Eksploitasi atas sumber daya air atau sumberdaya alam yang berdampak pada ketersediaan air pun menjadi jadi, dan siklus air terusik harmoninya.

Tapi, who care? siapa peduli?.

Kita, masyarakat Babel pun tidak peduli, bahkan sumber dan cadangan air pun dirusak-rusak begitu rupa, hutan-hutan dululuhlantakkan untuk kepentingan ekonomi sesaat, untuk kepentingan yang mengatasnamakan masyarakat. Lalu apa akibatnya? BPS Prov Bangka Belitung menyebutkan bahwa sesuai hasil SUSENAS 2006, akses masyarakat Bangka Belitung terhadap air bersih  sangat rendah.

Hanya 38,99 persen masyarakat Bangka Barat, 54,14 persen masyarakat Bangka, 42,61 persen masyarakat Bangka tengah, 54,28 persen masyarakat Pangkalpinang, 59,84 persen masyarakat Bangka Selatan, 42,38 persen masyarakat Belitung dan 60,45 persen masyarakat Belitung Timur yang memiliki akses terhadap air bersih. Angka-angka ini diperkirakan akan terus menurun linear dengan penurunan kualitas lingkungan yang terkait dengan cadangan sumberdaya air.


Dalam usia bumi yang telah mencapai enam milyar tahun ini, ketika penduduk bumi hamper atau bahkan sudah mencapai enam milyar jiwa dan penduduk  Bangka Belitung mencapai 1.200.000 jiwa, tekanan berat menimpa pada sumber air tawar, baik itu hutan, danau, sungai, maupun sumber sumber air tanah lainnya. Sumber air yang langka inipun rusak karena dianggap sebagai pelarut limbah, juga sarana transportasi segala barang buangan, untuk dikirim ke laut.

Ketika sungai sungai tercemar, air tanah pun menjadi rebutan.
Air lalu menjadi komoditas berharga. la dianggap relatif bebas dari bahan pencemar, karena berasal dari hujan yang merembes masuk ke tanah, dan butir butir tanah bisa mengikat sebagian besar bahan pencemar. Lantas, kalau kemudian ia dianggap amat berharga, sebetulnya bukan karena bersih, melainkan karena murah. Sebetulnva, air sekotor apa pun oleh teknologi bisa dibuat bersih,tapi itu perlu biaya.jadi,buat apa susah menyucikan air berlimbah kalau air tanah mudah dieksploitasi.


Air adalah sumber kehidupan bagi segala jenis makhluk hidup, termasuk manusia. la tak hanya diperlukan dalam proses metabolisme pada tingkat organisme, bahkan di tingkat inti sel. Dalam peradaban maju, kebutuhan tubuh manusia atas air itu tak lagi dipenuhi semata dari air bumi. Dunia industri telah menambahkan pelbagai macam substansi agar air bisa memberikan kenikmatan rasa dan daya gunanya bagi tubuh.
Kini dunia industri makin menempatkan air sebagai bahan baku untuk komoditas yang kian canggih.

Ada proses industri yang membuat enam molekul air murni bergandengan membentuk bangun heksagonal. Konon, dalam format ini, air jadi lebih mudah menembus membran hingga cepat masuk ke sel yang merupakan unit terkecil dalam sistem jaringan. Manfaatnya, konon proses fisiologi di dalam sel lebih dinamis. Tubuh manusia lebih sehat berkat konsumsi air canggih ini katanya.

Para era sebelumnya, air pun dibubuhi pelbagai konsentrat yang dianggap diperlukan oleh tubuh. Di sinilah industri langsung mengincar sumber air alam. Dunia industri tentu akan menikmati nilai tambah sangat menarik untuk air alam ini. Atas nama, kesempatan kerja, pendapatan asli daerah, APBD, atau apa pun, sumber air pun jatuh ke tangan industri.


Air lantas menjadi barang dagangan semata. Air tak lagi menjadi sumber kehidupan bagi unsur unsur ekologi di sekeliling, termasuk manusia. Siklus air berubah. Pada saat itulah, guncangan ekosistem bisa muncul. Termasuk gesekan sosial. Sesungguhnya, siklus alamiah air memberi kebajikan sendiri.


Lalu, mengapa kita, masyarakat Bangka Belitung, yang sebagian besar ibukota kabupaten/kota-nya mendapatkan penghargaan  adipura, penghargaa  yang menjunjung tinggi harkat lingkungan hidup, justru kadang-kadang mengabaikan lingkungan hidup yang memproduksi air?



Last Updated ( Thursday, 15 April 2010 )
 
< Prev   Next >

Parameter Hari ini

Berdasarkan Kertas Kerja Konsolidasi dengan pendekatan Neraca Saldo, manakah jawaban yang digunakan?
 

Who's Online

We have 29 guests online
© 2012 STIE-IBEK :: Handal Dalam Teori - Terdepan Dalam Aplikasi