|
Written by Webmaster
|
|
Business Week (Knotts, 1989) sempat menyampaikan bahwa terdapat 5.000 mata-mata perusahaan yang saat ini aktif terlibat dalam aktifitas intelijen, dan sembilan dari sepuluh perusahaan besar memiliki staf-staff yang sangat berdedikasi khusus untuk mengumpulkan intelijen kompetitif.
 Head & Shoulder Shampoo Artikel ini pun mengatakan lebih lanjut bahwa banyak perusahaan besar AS yang telah menghabiskan lebih dari US$1 juta/tahun hanya untuk menelusuri pesaingnya. Bukti menyatakan bahwa mamfaat dari memata-matai perusahaan justru meningkatkan pendapatan, menurunkan biaya dan memperbaiki pengambilan keputusan.
Sayangnya, mayoritas para eksekutif di AS bertumbuh di waktu perusahaan Amerika dengan intensitas yang tinggi mendominasi perusahaan asing sehingga menggumpulkan intelijen kompetitif seakan tidak memiliki faedah yang signifikan. Bahkan sebagian besar program Master of Business Administration tidak menawarkan program maupun mata kuliah Intelijen Kompetitif dan Bisnis, sehingga semakin menyuburkan sikat tersebut. Akibatnya ada tiga kesalahan persepsi tentang bisnis intelijen yang menyebar di antara para eksekutif Amerika saat ini:
1. Menjalankan program intelijen membutuhkan banyak orang, komputer, dan sumber daya lainnya. 2. Mengumpulkan intelijen tentang pesaing melanggar hukum, intelije bisnis sama dengan mata-mata. 3. Pengumpulan intelijen adalah praktik bisnis yang tidak etis.
Ketiga butir diataspun disanggah oleh Fred R. David dalam bukunya Strategic Management (2006). Dikatakan bahwa segala diskusi dengan pesaing tentang harga, pasar, atau geografi dapat melanggar undang-undang antimonopoli, tetapi hal tersebut tidak boleh membuat perusahaan memandang rendah pentingnya kebutuhan untuk dan mamfaat dari pengumpulan informasi secara sistematis tentang pesaing demi meningkatkan efektifitas perusahaan.
 Pantene Unilever mengadakan tuntutan terhadap Procter & Gamble (P&G) atas aktifitas mata-mata untuk mendapatkan rahasia bisnis perawatan rambut Unilever. Setelah membelanjakan US$3 juta dalam membentuk tim guna menemukan bagaimana cara kerja pesaing dala industri perawatan rambut domestik, P&G terbukti mengambil kurang lebih 8 dokumen dari tempat sampah di luar kantor Unilever Chicago. P&G memproduksi shampoo Pantene dan Head & Shoulders, sementara Unilever memproduksi merewk perawatan rambut seperti ThermaSilk, Suave, Salon Selectives dan Finesse.
Taktik tidak etis seperti penyuapan, penyadapan kabel, penyusupan lewat jaringan komputer tidak boleh digunakan untuk mendapatkan informasi. Dan tentunya kita semua setuju bahwa ditengah 'hutan belantara' arena bisnis dewasa ini yang naman Business Etique tetap harus dijalankan sehingga informasi yang digunakan melalui intelijen kompetitif untuk menyusun strategi dan taktik tetap dijalankan dengan etis. |
|
Last Updated ( Thursday, 02 October 2008 )
|